Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan Anak

Perkembangan dan pertumbuhan anak

a. Pengukuran Antropometri

Pengukuran Antropometri ialah pengukuran yang digunakan untuk menentukan keadaan gizi seseorang. Agar memperoleh hasil yang tepat, diperlukan suatu patokan sebagai pedoman. Adapun pedoman antropometri bagi penentuan keadaan gizi merupakan parameter yang dipilih dan dianjurkan dan meliputi penilaian terhadap usia, berat badan, panjang badan/tinggi badan, lingkar lengan atas. Dan pengukuran ini menggunakan standar referensi untuk Indonesia.

Batasan usia yang digunakan tahun usia penuh (completed year) dan untuk anak usia 0-2 tahun digunakan bulan usia penuh (completed month).

1. Penimbangan berat badan.
Macam/jenis timbangan berat badan.
Timbangan injak otomatis/tidak otomatis
Timbangan untuk bayi otomatis/tidak otomatis
Timbangan gantung
Timbangan yang lengkap dengan pengukur tinggi badan.

Cara menggunakan timbangan:
• Timbangan diletakkan ditempat yang rata, sedangkan timbangan gantung, digantung pada dahan atau palang rumah yang kuat dan dipasang celana timbangan.
• Timbangan disetel sampai menunjukkan angka (0).
• Timbangan untuk bayi diberi pengalas, dan ditimbang berapa beratnya, kemudian dicatat.
• Bila bayi ditimbang usahakan dalam keadaan tidak berpakaian. Bila anak yang ditimbang sebaiknya memakai baju seringan mungkin, sandal/sepatu dibuka.
• Waktu ditimbang bayi/anak dalam keadaan tenang (pada bayi jaga jangan sampai jatuh). Pada anak yang sulit ditimbang dapat dilakukan penimbangan ibunya terlebih dahulu, kemudian ibu bersama anaknya.
• Anak berdiri ditengah-tengah timbangan tanpa menggenggam atau menyentuh sesuatu.
• Ketelitian penimbangan 0,1 Kg.
• Setelah diketahui beratnya kemudian dicatat Untuk Mengetahui Panjang Badan/Tinggi Badan.

Dilakukan Pengukuran:
— Macam-macam pengukur panjang badan/tinggi badan
— Pengukur tinggi badan yang merupakan bagian dari timbangan.
— Pengukur tinggi badan anak sampai dewasa.
— Pengukur tinggi badan bayi terbuat dari kayu/aluminium.
— Pengukur tinggi badan yang terbuat dari pita pengukur.

b. Pengukuran panjang badan.
• Alat pengukur diletakkan ditempat yang datar.
• Bayi ditidurkan diatas alat pengukur.
• Kepala diletakkan sedemikian rupa sehingga bagian puncak kepala dibatasi oleh alat pengukur yang menyatakan tinggi badan.
• Kaki bayi ditarik lurus, lutut ditekan.
• Ukur panjang bayi dari puncak skepala hingga tumbuh dan cacat hasilnya.
Cara pengukur panjang/tinggi badan anak/remaja.
• Sepatu atau sandal dibuka.
• Anak berdiri tegak, kaki sejajar dengan alat pengukur, tumit, bokong dan kepala bagian belakang menempel ke dinding atau tiang dalam sikap tegak memandang kedepan.
• Letakkan penggaris diatas puncak kepala sehingga mem
bentuk sudut siku-siku dengan dinding atau tiang pengukur.
• Lihat hasilnya dan catat.
• Ketelitian 1 cm.
Cara interpretasi, hasil pengukuran yang diperoleh dicocok an dengan standar referensi apabila 85% tinggi badan termasuk gizi normal. Apabila 70%-85% tinggi badan termasuk gizi kurang. Apabila 70% tinggi badan termasuk gizi buruk.

c. Pengukuran lingkar lengan atas.
• Diukur pada pertengahan lengan kiri bagian atas.
• Lengan dalam keadaan tergantung bebas.
• Pita pengukur dipasang melingkari lengan, tidak longgar dan tidak ketat.
Untuk balita dapat digunakan pita pengukur lingkar lengan atas yang dibuat dari selulosa yang tidak terpakai lagi atau dari kertas yang dilapisi plastik.

Cara menggunakannya :
1. Pita AB dilingkarkan dibagian lengan atas yang kiri, tangan dalam keadaan lurus kebawah.
2. Ujung B masuk lubang 0 (titik 0)
3. B ditarik sehingga pas melingkar lengan.
Cara membaca pita:
1. Bila lingkar lengan dibawah angka 12 cm (warna merah) termasuk gizi buruk.
2. Bila lingkar ,lengan atas antara 12-13, 5 cm (warna kuning) termasuk gizi kfirang.
3. Bila lingkar lengan atas diatas angka 13,5 cm (warna hijau) termasuk gizi normal.
b. Kartu Menuju Sehat

Pengertian:
KMS singkatan dari Kartu Menuju Sehat adalah suatu alat atau tempat mencatat berat badan anak dibawah 5 tahun (balita) setiap kali ditimbang setiap bulan secara teratur. Berat badan ini dibubuhkan pada KMS dalam bentuk sebuah titik (.). Titik ini disebut titik berat badan, anak balita perlu ditimbang badannya setiap bulan agar pertumbuhan anak dapat diikuti secara seksama melalui grafik berat badan yang merupakan rangkaian titik-titik berat badan dari bulan ke bulan.

Tujuan KMS:
Sebagai alat pengontrol berat badan pertumbuhan anak. Sebagai alat untuk mengetahui keadaan kesehatan anak. Sebagai alat untuk mengetahiii keadaan gizi anak.

Bagian-bagian KMS:
1. Sumber berat badan: garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS.
2. Garis berat badan: adalah garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2,3,4. seterusnya. Angka-angka ini menunjukan berat badan 2 kg, 3 kg, 4 kg dan seterusnya. Sedang garis tipis yang berada diantara 2 ukuran kilogram penuh garis berat badan untuk satuan tengahan kg, mis: 2,5 kg, 3,5 kg, 4,5 kg dan seterusnya.
3. Garis Usia, garis tipis dan atau kebawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan.

Bagian-bagian lain yang perlu dikenal juga ialah:
a. Kolom Bulan adalah kolom-kolom yang berada dibagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran.
b. Kolom bulan lahir adalah kolom bulan yang terletak paling kin dan bergaris tebal. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir Balita serta tahunnya.

Cara membubuhkan bulan lahir balita pada kolom bulan.
Contoh: Si Andi lahir pada tanggal 24 Juli 1988 dan dibawa oleh ibunya untuk ditimbang pertama kali pada tanggal 5 Oktober 1988.

Langkah I:
Bubuhkan bulan Juli 1988 dalam kolom bulan lain.

Langkah II:
Tuliskan semua nama bulan sesudah Juli 1988 sampai semua kolom bulan pada semua kelompok usia terisi sepenuhnya.
Perhatian:
1. Yang ditulis dalam kolom bulan lahir, cukup nama bulan dan tahunnya saja.
2. Bulan-bulan selanjutnya tidak perlu dilengkapi dengan tahun kecuali bulan Januari.

Cara membubuhkan bulan lahir balita yang hanya diketahui umurnya, contoh: Ibu si Selma datang membawa anaknya untuk pertama kali ditimbang pada bulan Oktober 1988, ketika ditanya kapan si Selma lahir? Ibu hanya menjawab si Selma berumur 6 bulan.

Langkah I:
Carilah angka 6 pada kolom bulan. Bubuhkan nama bulan dan tahun si Selma untuk pertama kali pada kolom nomor 6.

Langkah II:
Kemudian isilah semua kolom-kolom bulan selebihnya baik sebelum Oktober 1988 maupun sesudahnya.
Ingat semua kolom bulan untuk semua kelompok usia harus terisi seluruhnya.
Cara membubuhkan titik berat badan (BB) balita dalam KMS.
Contoh: Si Fifin lahir bulan Mei 1988. Berat badan lahir 3,25 kg. Ia didaftarkan untuk pertama kali pada bulan Oktober 1988 dengan BB 5 kg.

Langkah I:
Bubuhkan bulan si Fifin lahir Mei 1988 dalam kolom bulan lahir. Selanjutnya isi kolom-kolom bulan dengan bulan sesudah Mei 1988 sampai semua kelompok usia terisi.

Langkah II:
Pada garis usia di Fifin bubuhkan titik yang memotong garis berat badannya waktu lahir.
Grafik berat badan balita
Grafik berat badan balita adalah rangkaian titik-titik berat badan balita yang ditimbang secara teratur setiap bulan. Grafik berat badan balita diperoleh dengan cara menghubungkan satu titik berat badan dengan titik berat badan lainnya dari dua bulan yang berurutan.

Latihan: Si Dedi berumur 8 bulan, ketika is ditimbang untuk pertama kali pada bulan Agustus 1985 dengan BB 8 kg. Berat badan Dedi waktu lahir tidak diketahui. Bulan-bulan berikutnya Dedi ditimbang dan hasilnya sebagai berikut:
1. September 1985 = 8,5 kg
2. Oktober 1985 = 8,75 kg
3. Desember 1985 = 9,5 kg
4. Januari 1986 = 9,75 kg
5. Februari 1986 = 10,25 kg
6. Maret 1986 = 10,5

Cara pengisian KMS:
• Pada waktu penimbangan pertama kali, supaya mengisi kolom identitas dan kolom bulan sesuai kolom yang tersedia.
• Catat semua kejadian yang dialami/diderita anak, imunisasi, kesakitan dan lain-lain.
• Hasil penimbangan pertama diberi titik pada batas garis tegak (bulan) dengan garis datar berat badan.

Cara membaca/interprestasi:
• Hubungkan dengan garis titik pertama (hasil penimbangan pertama) dengan titik berikutnya (hasil penimbangan berikut-nya) setelah selesai penimbangan.
• Bila garis yang dibuat mengikuti salah satu warna atau pindah kewarna yang lebih tua berarti anak sehat atau berat badan naik.
• Bila garis yang dibuat menurun, tetap atau bertambah tetapi pindah kepita warna yang muds berarti anak tidak sehat dan berat tidak naik.

Demikian yang dapat kami ulas di resepibucantik.com

Author: 
    Seorang penulis apapun diinternet yang suka makan (^_^)

    Related Post "Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan Anak"

    Peranan Makanan dan Gizi Terhadap Kesembuhan Pasien
    Makanan memiliki peranan yang fundamental dalam tradisi
    AGAR-AGAR UNTUK DIET
    Memiliki tubuh yang ideal tentu menjadi idaman

    Leave a reply "Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan Anak"

    Must read×
    Jangan copy dong om tante!